Peran, fungsi, klasifikasi dan karakteristik media pembelajaran
Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Al Ayyubi
Peran, fungsi, klasifikasi dan karakteristik media pembelajaran
Nama : Farhan Al-Kautsar
Semester : 1
#Apa itu media pembelajaran ?
1. Menurut AECT (Association of Education end Communication Tecnonology)
memberi batasan mengenai media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan
orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
2. Menurut NEA (National Education Assocation) menyatakan bahwa media adalah
bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Dan
hendakanya dapat dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
3. Gagne menyatakan bahwa, media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
4. Briggs berpendapat, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar, misalnya buku, film bingkai, kaset dan lainlain. (Sadiman, 1986).
Menurut Berger dalam hidayat dan tatang (2009) Media adalah segala sesuatu yang dapat
dimanfaatkan untuk memperjelas materi atau mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Media, adalah sarana yang membantu proses komunikasi. Media, dalam pengertian
tradisional, dimaknai sebagai “…something that carries some kind of communication.
Kesimpulan dari berbagai pendapat di atas adalah:
1. Media adalah wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan
kepada penerima pesan tersebut
2. Bahwa materi yang ingin disampaikan adalah pesan instruksional
3. Tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar pada penerima pesan (anak
didik)
4. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan atau
menyampaikan pesan (khususnya antara guru dan siswa) dan dapat memberikan pengalaman konkret, serta mempertinggi daya serap siswa dalam menerima pesan informasi atau pelajaransehingga proses penyampaian pesan dalam proses belajar dapat terjadi dengan baik.
#Fungsi Media Pembelajaran dan Tujuan Penggunaannya
Menurut Asip dalam Djuanda (2010), fungsi media bila ditinjau dari sudut pandang
pembelajaran sebagai sebuah sistem, maka media merupakan salah satu komponen yang
memiliki kedudukan dan fungsi yang setara dengan metode, materi pembelajaran dan
evaluasi. Dalam sistem tersebut secara umum media pembelajaran berfungsi sebagai alat
bantu agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien dalam mencapai tujuan
pembelajaran
PEMBELAJARAN SEBAGAI SEBUAH SISTEM
Gambar 5. Bagan pembelajaran sebagai sebuah sistem
Lebih lanjut Asip memaparkan fungsi media dalam proses pembelajaran dari beberapa
aspek sebagai berikut:
a) Menghindari pembelajaran verbalistik
Salah satu tradisi buruk pembelajaran di negeri ini adalah pembelajaran yang
perbalistik. Konsep pembelajaran yang dipahami kebanyakn guru sekarang ini adalah
bahwa mengajar merupakan tarnsfer informasi. Hal ini berimplikasi buruk karena
kebanyakan mengartika bahwa mengejar adalah menyampaikan informasi.
Prakteknya mengajar adalah menjelaskan materi ajar kepada siswa. Bentuk
pembelajaran seperti ini yang menyebabkan pendidikan verbalistik dimana hasil
belajar yang diharapkan berbentuk hafalan fakta dan konsep. Kompetensi yang dapat
berkembang dari pendidikan seperti itu hanya aspek kognitif tingkat paling rendah
yaitu mengetahui, maksimal ke tingkat memahami.
Pendidikan seperti itu dapat diatasi dengan penyelenggaraan pembelajaran yang
berbasis media. Melalui media pembelajaran siswa akan dituntut untuk melakukan
kegiatan lebih dari mendengar konsep yang kadang abstrak melainkan dapat
melakukan sesuatu sehingga dapat meningkatkan aspek kognitif tingklat tinggi seperti
menerapkan, menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi.
Memperlancar proses interaksi
Ditinjau dari segi komunikasi, pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan
siswa. Proses memfasilitasi belajar membutuhkan komunikasi yang intensif. Interaksi
intensif membutuhkan bantuan media sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau
bahkan misinterpretasi dari para siswa.
Fungsi media dalam proses pembelajaran dapat digambarkan dalam bagan berikut:
Gambar 6. A. Bagan media dalam komunikasi dan pendidikan
Bagan di atas menjelaskan bahwa media merupakan perantara antara sumber
informasi dengan penerima informasi. Tanpa fungsi media dalam proses penyampaian
informasi maka dapat terjadi salah infomasi atau bisa terjadi infomasi yang
disampaikan tidak lengkap.
Fungsi media dapat digambarkan dari segi jenis sebagai jenis berikut:
Gambar. 6. B. Bagan keberadaan alat bantu dan media pada penyampaian pesan
Dalam bagan di atas digambarkan dua jenis media yang berfungsi berbeda. Jenis
media visual seperti OHT, slide dan sejenisnya berfungsi sebagai alat bantu dalam
menyampaikan pesan. Sedangkan media jenis lain yang lebih bersifat audiovisual
berfungsi sebagai pesan (informasi itu sendiri). Dapat diklaim begitu karena media
tersebut (video misalnya), merekam langsung pesan dari sumbernya dan dapat
disampaikan langsung kepada sasaran.
c) Proses pembelajaran menjadi menarik
Penggunaan media dalam pembelajaran berarti menghadirkan materi pembelajaran
lebih ril sehingga mengundang panca indera untuk berbuat sesuatu. Dengan hadirnya
media tidak hanya satu indera misalnya pendengaran yang terlibat melainkan juga
indera yang lain dari mulai penglihatan sampai pengecapan. Hal ini yang
menyebabkan pembelajaran menjadi lebih menarik. Apalagi media yang digunakan
adalah media audiovisual yang memuat ilustrasi-ilustrasi yang sesuai dengan konteks
perkembangan psikologis dan sosial. Tampilan-tampilan visual dan audio akan
merangsang saraf-saraf di sebagian besar jaringan tubuh untuk merespon menjadi
pengalaman yang berarti. Lebih menarik lagi media yang digunakan bersifat
inetarktif.
d) Menghemat waktu
Banyak guru yang sering kedodoran waku dalam menyelenggarakan proses
pembelajaran. Diantaranya karena guru harus menyampaikan bayak informasi kepada
siswa dengan menuliskannya di papan tulis atau menjelaskannya secara verbal.
Menuliskan informasi di papan tulis sebetulnya dapat diatasi dengan penggunaan
media yang telah direncanakan. Misalnya guru mau mengajak siswa untuk
mendiskusikan urutan peristiwa sejarah maka guru seharusnya sudah menmbuat
media visual berbentuk bagan alur yang berisi nama pelaku dan peristiwa. Dengan
begitu guru tidak harus menggambarkannya kembali di papan tulis sehingga dapat
mengirit waktu. Penjelasan verbal yang panjang lebar juga dapat diatasi dengan
menggunakan charta atau grafik.
e) Mengurangi salah tafsir
Yang sangat sering terjadi dalam proses pembelajaran sehingga siswa dinyatakan
tidak menguasai sebuah kompetensi setelah mengikuti sebuah pembelajaran adalah
terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi terjadi karena misinterpretasi dan misinterpretasi
terjadi karena misinformasi.
f) Mengatasi keterbatasan ruang
Media dapat menghadirkan fenomena yang ada di luar jangkauan pendengaran dan
penglihatan biasa. Beberapa contoh misalnya, melalui rekaman siswa dapat
mendengarkan suara burung yang hanya berada di Papua Barat, melui film siswa
dapat menangkap ide seorang seniman yang ada di negeri lain, melalui film
exploratory siswa dapat mempelajari detil permukaan bulan didalam kelas. Bahkan
dengam media simulasi tiga dimensi seperti teater I-mex orang bisa benar-benar
merasakan terlibat sebagai bagian dari sebuah fenomena atau situasi tertentu.
# Klasifikasi dan Jenis Media
Menurut Anderson, 1976 dalam Hidayat dan Tatang (2009) bahwa media instruksional
dikelompokkan menjadi 9 kelompok media
KELOMPOK MEDIA
MEDIA INSTRUKSIONAL
1. Audio
pita audio (rol atau kaset)
piringan audio
radio (rekaman siaran)
2. Cetak
buku teks terprogram
buku pegangan/manual
buku tugas
3. Audio – Cetak
buku latihan dilengkapi kaset
gambar/poster (dilengkapi audio)
4. Proyek Visual Diam
film bingkai (slide)
film rangkai (berisi pesan verbal)
5. Proyek Visual Diam dengan
Audio
film bingkai (slide) suara
film rangkai suara
6. Visual Gerak
film bisu dengan judul (caption)
7. Visual Gerak dengan Audio
film suara
video/vcd/dvd
8. Benda
benda nyata
model tiruan (mock up)
9. Komputer
media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted
Instructional) & CMI (Computer Managed Instructional)
KLASIFIKASI
JENIS MEDIA
Media yang tidak diproyeksikan
Realita, model, bahan grafis, display
Media yang diproyeksikan
OHT, Slide, Opaque
Media audio
Audio K aset, Audio V ission, aktive Audio Vission
Media video
Video
Media berbasis komputer
Computer Assisted Instructional
( Pembelajaran Berbasis Komputer)
Multimedia kit
Perangkat praktikum
Media yang Tidak Diproyeksikan
Realita : Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar Model : Benda tiga dimensi yang
merupakan representasi dari benda sesungguhnya.
Grafis : Gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan (Grafik, Chart, Poster,
Kartun) Display : Medium yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu
sehingga dapat dilihat informasi dan pengetahuan di dalamnya.
Media Video
Kelebihan
Dapat menstimulir efek gerak
Dapat diberi suara maupun warna
Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya.
Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya
Kekurangan
Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya
Memerlukan tenaga listrik
Memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam pembuatannya
Media Berbasis Komputer
Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan
Praktek dan latihan (drill & practice)
Tutorial, Permainan (games)
Simulasi (simulation)
Penemuan (discovery)
Pemecahan Masalah (Problem Solving).
Komentar
Posting Komentar